Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 November 2013
Kesehatan Mata
MENGENALOPERASI LASIK UNTUK MATA
Dulu orang yang punya penglihatan kabur atau tidak jelas mulai kategori minus kecil sampai besar harus menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Ketika kategori minus mata sudah semakin besar maka lensa kacamatapun semakin tebal. Hal ini kadang sangat menganggu dan menyulitkan penggunanya. Namun sekarang penderitaan itu bisa hilang dengan sebuah prosedur operasi yang dinamakan operasi Lasik.
Lasik adalah Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, sebuah prosedur untuk memperbaiki penglihatan yang kabur atau rusak menggunakan sinar laser. Mari mengenal operasi Lasik untuk mata. Lasik adalah sebuah operasi yang secara permanen mengubah bentuk kornea mata untuk meningkatkan kualitas penglihatan dan mengurangi ketergantuangan orang pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.
Untuk penglihatan yang jelas, kornea mata dan lensa harus bis amembengkokkan sinar dnegan baik sehingga gambar akan terlihat jelas pada retina. Jika tidak bisa seperti itu maka penglihatan akan kabur. Kekaburan penglihatan ini disebut dengan gangguan bias. Gangguan ini disebabkan oleh perbedaan antara bentuk kornea dengan panjang mata.
Lasik menggunakan sinar laser ultraviolet untuk menghilangkan jaringan kornea mata dan member bentuk baru sehingga cahaya bisa focus dengan jelas pada retina. Operasi Lasik menyebabkan kornea mata menjadi lebih tipis. Lasik merupakan prosedur operasi yang mudah dan tidak perlu perawatan inap untuk pasien. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bius atau anestesi yang digunakan hanya sejenis tetes mata yang membuat permukaan mata menjadi mati rasa.
Mengenal operasi Lasik untuk mata adalah mengetahui bahwa prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam keadaan sadar. Hanya saja pasien akan diberi obat untuk membuatnya nyaman dan tidak tegang atau gugup. Lasik bisa dilakukan untuk satu mata atau keduanya sekaligus dalam satu sesi prosedur operasi.
Ketika prosedur berlangsung, pisau otomatis khusus atau disebut dengan mikrokeratome digunakan untuk memotong jaringan mata yang mengganggu di lapisan luar bola mata. Sekarang prosedur ini telah banyak dikenal orang dan menggunakan berbagai jenis laser untuk membentuk kelopak kornea mata. Kelopak ini diletakkan di bagian luar dan laser digunakan untuk membentu kembali jaringan kornea yang ada di bagian dalam.
Setelah pembentukan kembali selesai, kelopak kemudian diamankan dan tidak memerlukan jahitan karena kornea secara alami akan menahan kelopak di tempatnya. Perban akan diletakkan di luar kelopak untuk melindungi mata dari gosokkan tangan atau tekanan sampai ondisinya benar-benar sehat kembali. Itulah beberapa hal yang layak diketahui untuk mengenal operasi Lasik untuk mata.
Label:
Kesehatan
Senin, 18 November 2013
Brokoli
Cara terbaik memasak brokoli adalah dengan dikukus
Para peneliti membandingkan brokoli yang diolah dengan cara dikukus, direbus, dan dimasak dengan microwave. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa cara terbaik untuk memasak brokoli adalah dengan cara dikukus hingga 5 menit. Cara ini dapat mempertahankan myrosinase-nya dari ‘kehancuran’. Sedangkan brokoli yang direbus dan dimasak dengan microwave selama satu menit atau kurang, diketahui menghancurkan sebagian besar enzim myrosinase-nya. Hal ini disampaikan oleh Elizabeth Jeffery, seorang peneliti dari University of Illinois di Urbana-Champaign.
Label:
Kesehatan
Berat Bandan
Mencegah Fibrilasi Atrial
Fibrilasi atrial (Fibrilasi atrium) merupakan suatu gangguan pada detak jantung, ditandai dengan aktivitas dua bilik jantung atas (atrium) yang cepat dan tidak beraturan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena stroke dan berpotensi mengalami masalah jantung.
Studi baru ini menemukan bahwa orang yang disiplin dalam menurunkan dan menjaga berat badannya, diketahui mengalami penurunan gejala fibrilasi atrial hingga lima kali lipat. Para pelaku diet juga memiliki 4,5 kali penurunan gejala fibrilasi atrial dan dua setengah kali lebih hebat dalam melawan kondisi firilasi atrial, ujar para peneliti. Gejala-gejala yang dimaksud adalah jantung berdebar-debar, sesak napas, pusing, pingsan, kelelahan, dan nyeri dada.
Label:
Kesehatan
Kesehatan
Dr. Prashanthan Sanders dari Universitas Adelaide di Australia
mengatakan “Kelebihan berat badan memiliki dampak yang signifikan
terhadap atrium. Sebagai contoh, obesitas dapat meningkatkan peradangan
dan memperbesar penebalan dinding jantung,” tambah Sanders.
Penelitian yang dilakukan selama 19 bulan ini melibatkan 150 orang dengan indeks massa tubuh ( BMI ) lebih besar dari 27 . Secara umum, orang dengan BMI (rasio berat terhadap tinggi) lebih dari 25 dianggap sudah kelebihan berat badan . Sedangkan seseorang dengan BMI lebih besar dari 30 akan dianggap obesitas. Berdasarkan informasi dari penelitian tersebut, seseorang akan mengalami kenaikan risiko fibrilasi atrial 4 hingga 5 persen setiap kali BMI mereka naik sebesar 1 angka.
“Obesitas telah dianggap menjadi kontributor utama dari fibrilasi atrial,” kata Sanders .
Dalam studi ini, para partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok manajemen berat badan dan kelompok saran. Kelompok manajemen berat badan pada 8 minggu pertamanya diharuskan mengonsumsi makanan yang sangat rendah kalori (800 – 1200 kalori perhari). Mereka juga harus mengikuti rencana latihan tertulis dengan intensitas ringan seperti jalan kaki atau bersepeda 3 kali dalam seminggu, 20 menit per sesi, dan secara bertahap meningkat menjadi 45 menit. Sedangkan untuk para partisipan lainnya (kelompok saran), hanya diberikan saran mengenai nutrisi dan olahraga.
Partisipan yang tergabung dalam kelompok manajemen berat badan, rata-rata mengalami penurunan berat badan hingga 14 kg, sedangkan pada kelompok saran mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 6 kg. Kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan gejala-gejala dari fibrilasi atrial, namun kelompok manajemen berat badan lebih signifikan.
Penelitian yang dilakukan selama 19 bulan ini melibatkan 150 orang dengan indeks massa tubuh ( BMI ) lebih besar dari 27 . Secara umum, orang dengan BMI (rasio berat terhadap tinggi) lebih dari 25 dianggap sudah kelebihan berat badan . Sedangkan seseorang dengan BMI lebih besar dari 30 akan dianggap obesitas. Berdasarkan informasi dari penelitian tersebut, seseorang akan mengalami kenaikan risiko fibrilasi atrial 4 hingga 5 persen setiap kali BMI mereka naik sebesar 1 angka.
“Obesitas telah dianggap menjadi kontributor utama dari fibrilasi atrial,” kata Sanders .
Dalam studi ini, para partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok manajemen berat badan dan kelompok saran. Kelompok manajemen berat badan pada 8 minggu pertamanya diharuskan mengonsumsi makanan yang sangat rendah kalori (800 – 1200 kalori perhari). Mereka juga harus mengikuti rencana latihan tertulis dengan intensitas ringan seperti jalan kaki atau bersepeda 3 kali dalam seminggu, 20 menit per sesi, dan secara bertahap meningkat menjadi 45 menit. Sedangkan untuk para partisipan lainnya (kelompok saran), hanya diberikan saran mengenai nutrisi dan olahraga.
Partisipan yang tergabung dalam kelompok manajemen berat badan, rata-rata mengalami penurunan berat badan hingga 14 kg, sedangkan pada kelompok saran mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 6 kg. Kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan gejala-gejala dari fibrilasi atrial, namun kelompok manajemen berat badan lebih signifikan.
Label:
Kesehatan
Langganan:
Postingan (Atom)


